Cadet STIP Rizki Fallah Jadi Korban Hilangnya MV. Nur Allya

Advertisement

  • aip-doeloe2AIP Tempoe Doeloe
  • stipjakartaSTIP Jakarta
  • prasastiPrasasti Peresmian AIP
  • soekarnoPresiden RI pertama Soekarno meresmikan AIP
  • taruna-doeloeTaruna AIP mengawal bendera pusaka AIP saat peresmian AIP oleh Presiden Soekarno
CAAIP Ancol Marunda Point


Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran
AIP:PLAP:STIP

Loker Pelaut Indonesia

Loker Pelaut Indonesia
InDoCreWs

Cadet STIP Rizki Fallah Jadi Korban Hilangnya MV. Nur Allya

Ananta Gultom
September 15, 2019

Pontianak(BeritaTrans.com) – Yosi Yosuwar hanya bisa pasrah menunggu kabar berita putranya, Rizki Fallah, Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang menjadi korban hilangnya MV Nur Allya di perairan Halmahera, Maluku.
Rizki Fallah merupakan warga Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Rizki mengambil pendidikan jurusan Nautica di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Saat peristiwa ini terjadi, Rizki tengah mengikuti praktik lapangan (prala) di kapal MV Nur Allya milik PT Gurita Lintas Samudra sejak setahun yang lalu.
Kapal pengangkut nikel, tempat Rizki Fallah melaksanakan praktik lapangan, hilang kontak sejak 20 Agustus 2019, saat berlayar dari pelabuhan Sagea, Halmahera tujuan Morosi.
Yosi Yosuwar hanya bisa berharap, tim penyelamat secepatnya bisa menemukan keberadaan putranya.
Kepada Pontianak Post, Yosi menceritakan terakhir kali ia berkomunikasi dengan anaknya. Yosi terakhir kali berkomunikasi dengan anaknya itu pada 20 Agustus 2019 sekitar pukul 15.30.
Rizki melalui Short Message Service (SMS) mengirim pesan bahwa kapal yang ditumpanginya segera berangkat. “Pa, kapal jalan,” tulis Rizki kepada Yosi melalui SMS.
“Itu SMS dari anak saya. Kapal sudah jalan. Saat itu kapal tempatnya praktik akan berangkat menuju Morosi, setelah bongkar muat di pelabuhan Sagea, Halmahera,” kata Yosi.
Sejak itu, ia tidak lagi terhubung dengan anaknya. Menurut Yosi, selang tiga hari kemudian, ia kembali mendapat kabar dari pihak kampus tempat anaknya menempuh pendidikan, yang menyatakan jika kapal tempat anaknya melakukan praktik lapangan hilang kontak sejak tanggal 20 Agustus 2019.
“Saya pertama kali mendapat informasi dari kampusnya. Katanya kapal tempat anak saya praktik, hilang kontak sejak 20 Agustus lalu,” ujar Yosi Yosuwar kepada Pontianak Post, kemarin.
Saat ini, dirinya berada di Jakarta untuk menunggu kabar berita dari anaknya. “Kenapa sampai sekarang belum ada kabar juga. Tapi kalau berdasarkan informasi belum ada tanda-tanda kapal itu tenggelam. Justru saya khawatir, jika kapal itu dibajak,” katanya.
Dikatakan Yosi, ada 25 orang yang berada di kapal tersebut. Hanya saja, dari 25 orang yang ada di dalam kapal, Rizki Fallah adalah satu-satunya yang berasal dari Kalbar.
(via/sumber: pontianakpost.co.id)
Baca juga:
Bulk Nickel Muatan Paling Berbahaya di Dunia http://info.gotoseajobs.com/2019/09/dry-bulk-nickel-ore-muatan-paling.html

powered by Surfing Waves