Polsek Pelabuhan Samarinda Gelar Operasi Pekat, Para Jukir Liar Banyak di Periksa

Advertisement

  • aip-doeloe2AIP Tempoe Doeloe
  • stipjakartaSTIP Jakarta
  • prasastiPrasasti Peresmian AIP
  • soekarnoPresiden RI pertama Soekarno meresmikan AIP
  • taruna-doeloeTaruna AIP mengawal bendera pusaka AIP saat peresmian AIP oleh Presiden Soekarno
CAAIP Ancol Marunda Point


Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran
AIP:PLAP:STIP

Loker Pelaut Indonesia

Loker Pelaut Indonesia
InDoCreWs

Polsek Pelabuhan Samarinda Gelar Operasi Pekat, Para Jukir Liar Banyak di Periksa

Ananta Gultom
April 5, 2019

Foto: Tribunkaltim
Samarinda, eMaritim.com- Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda menggelar giat Operasi Pekat, Operasi tersebut dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan, dengan sasaran minuman keras (miras), senjata tajam (sajam), premanisme, juru parkir (jukir) liar dan narkotika.

Giat tersebut dilakukan disekitar pelabuhan Samarinda, jalan Yos Sudarso. "Kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan ini memang kita lakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga, terlebih masyarakat yang berada di sekitar pelabuhan," ucap Kapolsek KP Samarinda, AKP Aldi Alfa Faroqi, Jumat (5/4/2019).


Hasil dari giat tersebut, kepolisian mendapatkan empat jukir liar yang beroperasi di sepanjang jalan Yos Sudarso, dan pelabuhan.

Selanjutnya, jukir liar tersebut diamankan, diberikan pembinaan, dan tidak diperkenankan menjadi jukir lagi selama belum memiliki kelengkapan, maupun legalitas dari Dinas Perhubungan (Dishub).

"Kita lakukan pembinaan kepada empat jukir liar yang kita amankan. Untuk premanisme dan narkotika, tidak kita dapati saat giat ini dilakukan," jelasnya seperti dikutip dari tribunkaltim.co

Sementara itu, Ira (34) ibu rumah tangga, warga jalan DI Panjaitan ini mengaku cukup terganggu dengan keberadaan jukir liar.

Kendati tidak mempermasalhkan nominal uang yang dipatok oleh jukir liar, namun terkadang menurutnya jukir liar cukup banyak beredar di tempat-tempat keramaian, maupun tempat berbelanja.

"Nominalnya memang tidak masalah, tapi kadang ada yang maksa, dan jumlah mereka ini cukup banyak, baru parkir sebentar sudah bayar, berhenti lagi bayar lagi," jelasnya.

"Jadi, harus ditertibkan jukir liar ini, kalau yang resmi ya kami tidak masalah," ucapnya singkat. (*)

powered by Surfing Waves