Pelatihan ISPS Code Diyakini Tingkatkan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran

Advertisement

  • aip-doeloe2AIP Tempoe Doeloe
  • stipjakartaSTIP Jakarta
  • prasastiPrasasti Peresmian AIP
  • soekarnoPresiden RI pertama Soekarno meresmikan AIP
  • taruna-doeloeTaruna AIP mengawal bendera pusaka AIP saat peresmian AIP oleh Presiden Soekarno
CAAIP Ancol Marunda Point


Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran
AIP:PLAP:STIP

Loker Pelaut Indonesia

Loker Pelaut Indonesia
InDoCreWs

Pelatihan ISPS Code Diyakini Tingkatkan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran

Ananta Gultom
March 14, 2019

Jakarta, eMaritim.com - Ditjen Perhubungan Laut  apresiasi stakeholder atas komitmennya terhadap peningkatan keselamatan dan keamanan pelayaran. Salah satunya menggelar Pelatihan International Ship and Port Facilities Security (ISPS) Code

Kepala KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu, Capt. Herbert E. P Marpaung mengatakan, personel yang terlibat dalam latihan ini adalah para pekerja dan personel eksternal dari KSOP Kepulauan Seribu, Satrol Lantamal III Jakarta, Polres Kepulauan Seribu dan Basarnas Jakarta.

"Kapal-kapal yang terlibat dalam latihan ini Dari kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Kepulauan Seribu yaitu kapak patroli KN. 054, kapal kelas V dan KN. 017 speed boat," ungkapnya  dalam latihan  Port Security Committee (PSC) Kamis (14/3/2019) di Jakarta.

Latihan ISPS Code dilakukan selama tiga hari yang diawali dengan sosialisasi ISPS Code yang dilanjutkan dengan simulasi Table Top Exercise Dan diakhiri dengan gelar Manuvra Exercise ISPS Code.

Sementara itu, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) yang diwakili oleh Kasubdit Patroli dan Keamanan, Capt. Ramadhan. H Harahap menyampaikan apresiasi Kepada PT. Nusantara Regas yang telah menunjukkan komitmennya untuk selalu berupaya memelihara kepatuhan terhadap peraturan ISPS Code.

Adapun Komitmen Ditjen Perhubungan Laut dan Direktorat KPLP sebagai Designated Authority (DA) untuk implementasi ISPS Code di Indonesia Kapal dan fasilitas pelabuhan berdasarkan PM. 134 tahun 2016.

"PM tersebut tentang manajemen kapal dan fasilitas Pelabuhan pada pasal 42 ayat (3) pelaksanaan exercise dilakukan 12 (dua belas) bulan tetapi tidak melebihi waktu 18 (delapan belas) bulan untuk satu kali pelaksanaan," kata dia.

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini menurut Capt. Ramadhan, akan makin meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran baik di pelabuhan maupun di wilayah perairan di Indonesia. (hp)

powered by Surfing Waves