Tarif Transportasi Udara Naik, Penumpang Kapal PELNI Meningkat 21 Persen

Advertisement

  • aip-doeloe2AIP Tempoe Doeloe
  • stipjakartaSTIP Jakarta
  • prasastiPrasasti Peresmian AIP
  • soekarnoPresiden RI pertama Soekarno meresmikan AIP
  • taruna-doeloeTaruna AIP mengawal bendera pusaka AIP saat peresmian AIP oleh Presiden Soekarno
CAAIP Ancol Marunda Point


Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran
AIP:PLAP:STIP

Loker Pelaut Indonesia

Loker Pelaut Indonesia
InDoCreWs

Tarif Transportasi Udara Naik, Penumpang Kapal PELNI Meningkat 21 Persen

Ananta Gultom
February 15, 2019

Jakarta, eMaritim.com � Penumpang kapal  PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) - PELNI  di awal 2019 ini mengalami kenaikan rata-rata 21 persen.

Pada Januari 2018, jumlah pengguna kapal PELNI sebanyak 343.965 pelanggan dan saat ini Januari 2019 menjadi 414.649 pelanggan atau naik 21 persen.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero) Ridwan Mandaliko, Kamis (14/2/2019) mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan sebanyak 21 persen cukup menggembirakan.

Ridwan mengatakan, kenaikan jumlah pelanggan didasari beberapa hal, di antaranya tingkat pelayanan yang makin membaik, kemudahan memperoleh tiket yang bisa diakses dengan HP, cara pembayaran  dengan kartu debet dan kebijakan free bagasi hingga 50 kg untuk setiap penumpang.

Berdasarkan data, kenaikan terjadi pada rute Jakarta-Medan, Jakarta-Makasar dan Jakarta-Ambon untuk rute jarak jauh. Sedangkan untuk rute pendek terjadi kenaikan pada ruas Makasar-Baubau, Makasar-Ambon, Batam-Belawan, dan Ambon-Bandaneira.

Dari sisi waktu, pelanggan memilih tanggal tanggal 4 hingga 19 Januari 2019 dan pada akhir bulan. Penumpang dengan rute tersebut naik rata-rata antara 5000 hingga 6000 orang per hari.

 �Kenaikan jumlah penumpang menunjukkan PELNI masih menjadi alternatif transportasi, meskipun sudah ada akses via udara, kapal PELNI masih dibutuhkan dan menjadi pilihan  masyarakat�, ungkap Ridwan.

PELNI saat ini mengoperasikan 26 kapal trayek nusantara atau kapal jarak jauh ke berbagai rute dengan kapal tipe 3000 pax 1 unit, tipe 2000 pax 9 unit dan tipe 3in1 yang dapat mengangkut orang, kendaraan dan kontainer 2 unit, 1 kapal Roro, 1 kapal Fery Cepat dan 46 kapal perintis. �Kapal perintis untuk menghubungkan daerah maju ke daerah terpencil tertinggal, terdepan dan perbatasan (T3P)�, tuturnya. 

Seperti diketahui kenaikan tarif dan batas bagasi yang  dilakukan pada maskapai penerbangan membuat beberapa penerbangan sepi penumpang, sehiingga transportasi laut, darat, maupun kereta api menjadi pilihan masyarakat saat ini untuk jarak jauh. (*/hp)

powered by Surfing Waves