Terkini

BERITA TERKINI


Lihat Semua Berita >>>

Cat-1

YBS CAAIP

YBS CAAIP

Berita STIP

BERITA STIP

CAAIP Video Chanel

Cat-2

Cat-3

Cat-4

» » [caaipgroup] Melipatgandakan Kekuatan dengan Kapal Selam


From: budi utomo <boedoet_hidros@yahoo.co.id>
Sender: caaipgroup@yahoogroups.com
Date: Thu, 23 Jun 2011 11:36:07 +0800 (SGT)
To: caaipgroup@yahoogroups.com<caaipgroup@yahoogroups.com>
ReplyTo: caaipgroup@yahoogroups.com
Subject: Bls: [caaipgroup] Melipatgandakan Kekuatan dengan Kapal Selam

 
Dear Hadi,


Memang benar,

Sekarang ini penguatan industri pertahanan dalam negeri telah diangkat sebagai wacana pendamping penguatan postur angkatan bersenjata RI.

TNI sudah menegaskan bahwa upaya modernisasi alutsista disertai komitmen mengutamakan produk industri strategis dalam negeri, kecuali yang belum bisa kita buat, seperti pesawat tempur, kapal perang, atau kendaraan tempur canggihdari dalam negeri sendiri.

Memang pernah terbetik berita bahwa Indonesia akan merancang kapal selam, yang dikemukakan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro  dalam seminar di LIPI beberapa waktu yang lalu.


Dalam bidang matra laut, peran kapal selam adalah sangat strategis.

Dalam isu masalah perbatasan di laut, semakin sering mewarnai hubungan Indonesia dan negara tetangga, salah satu alutsista yang lalu sering dirasakan urgensinya adalah kapal selam. Bila kapal permukaan seperti korvet atau fregat melambangkan kehadiran, tetapi mudah disimpulkan kekuatannya, kapal selam lebih bermakna strategis karena memiliki daya penggentaran yang besar. Eksistensi yang nyata, tapi relatif sulit dilacak, membuatnya semakin dihargai dan ditakuti oleh banyak negara.


Sekarang ini Singapura sudah punya 6 kapal selam dari kelas Challenger 4 buah dan 2 buah kelas Archer yang merupakan kelas Vastergotland, Swedia), Malaysia pun  sudah membeli dua kapal dari kelas Scorpene (buatan Perancis) (lihat The Military Balance 2010, IISS, 2010).

Sedangkan Indonesia hanya mengoperasikan dua kapal selam–Cakra dan Nanggala–yang usianya hampir 30 tahu dengan tipe 209 buatan HDW Jerman, dan dalam waktu dekat akan dicarikan penggantinya. Ada wacana untuk melanjutkan apa yang sudah dimulai dengan kapal selam tipe 209, yang artinya tetap menggunakan buatan Jerman, tapi akhir2 ini muncul tawaran dari Pemerintah Korea, yang juga telah menguasai teknologi tipe 209 (dengan nama Changbogo).


Kita membutuhkan rasa nasionalisme dan rasa percaya diri untuk bisa membuat kapal selam. Selama ini di PT PAL telah dibuat kapal berbagai jenis dan berbagai ukuran, dan membuat kapal selam dipastikan akan menuntut dimilikinya keterampilan teknis dan pemahaman akan rekayasa yang canggih.

Keinginan menguasai teknologi pembuatan kapal selam juga dibaca oleh pembuat kapal selam asing yang ingin menawarkan produknya ke Indonesia. Thyssen yang kini sudah menjadi perusahaan induk HDW pun dalam menawarkan tipe 209/1400 ini juga menawarkan alih teknologi kepada Indonesia, dalam hal ini PT PAL.


Di PT PAL Surabaya kelak akan ada fasilitas pembuatan badan serta instalasi berbagai sistem yang ada pada kapal selam, seperti propulsi dan sebagainya. Keterampilan tersebut bisa diperoleh secara bertahap, maka telah direncanakan pada pembuatan kapal selam pertama, sebagian besar pekerjaan antara lain perakitan badan tekan dan instalasi outfitting tingkat tinggi akan tetap dilakukan oleh mitra pembuat sedangkan PT PAL hanya akan mengerjakan integrasi dan penyelesaian keseluruhan kapal. Namun, untuk kapal kedua dan ketiga, bagian yang akan dikerjakan oleh teknisi Indonesia akan lebih banyak, diharapkan dengan proses alih teknologi yang konsisten dan program yang terjadwal rapi, pengerjaan dua kapal selam dengan alih teknologi ini dapat dikerjakan dalam tempo enam tahun. Tentunya melalui program seperti ini, Indonesia tidak saja dapat menguasai pembuatan kapal selam, tetapi juga alutsista lain yang semakin kompleks.


Doakan saja, mudah-mudahan segera punya uang agar tercapai apa yang Indonesia cita-citakan.

Wass
BOEDOET N/25



Dari: Sekretariat CAAIP <exec.secretary@caaip.net>
Kepada: caaipgroup@yahoogroups.com
Dikirim: Rabu, 22 Juni 2011 19:01
Judul: [caaipgroup] Melipatgandakan Kekuatan dengan Kapal Selam

 

Melipatgandakan Kekuatan dengan Kapal Selam



1308789083103248645
Boleh percaya boleh tidak, kekuatan pertahanan akan berlipat-lipat kemampuannya kalau Indonesia mempunyai lebih banyak kapal selam. Saat ini baru 2 kapal selam yang dipunyai yaitu Cakra dan Nanggala. Dengan banyaknya pulau, luasnya lautan, dan jalur-jalur laut yang rutin dilewati kapal-kapal manca negara, 2 kapal selam itu tidak cukup.
Jumlah ideal kapal selam yang harus dipunyai Indonesia paling tidak sedikitnya adalah 15 buah, dengan berbagai macam kelas. Masing-masing satu ditempatkan di Samudera India, sekitar Selat Malaka dan Laut Cina Selatan, Laut Jawa, selatan Pulau Jawa, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Karimata, Selat Makassar, Laut Ambon, Laut Sangihe Talaud, Laut Timor, utara Papua dan selatan Papua. Dua sebagai cadangan untuk perawatan/docking.
Tiga belas kapal selam selalu aktif berlayar atau menyelam diam. Dua di pangkalan TNI AL siaga atau docking.
Dengan jumlah kapal selam sebanyak 15 itu, Indonesia akan langsung disegani dan akan muncul sebagai kekuatan maritim yang memberikan stabilitas di kawasan. Lautnya tidak akan lagi dicuri kekayaan alamnya. Sehingga kalau dihitung biaya pengadaan dan biaya operasional kapal-kapal selam, nilai kekayaan alam yang terlindungi akan membayar lunas biaya yang dikeluarkan TNI AL.
Sambil melakukan patroli, kapal-kapal selam itu juga membawa para peneliti oseanik dari LIPI, BPPT dan universitas-universitas. Dengan demikian pemanfaatan biaya pengadaan dan operasi kapal selam akan maksimal, dan menambah kemampuan teknologi maritim kita.
Kalau pembangunan kapal selam itu dilakukan dengan transfer teknologi di PT PAL, maka Indonesia sekaligus akan menjadi produsen kapal selam dunia yang murah, bersaing dengan Jerman, Rusia dan Korea Selatan.
Lalu lintas maritim yang melintasi Indonesia dari Australia ke Lautan Pasifik Barat akan terpantau dengan baik. Ditengarai saat ini kapal-kapal selam negara-negara kuat hilir mudik menyelidiki laut-laut Indonesia. Jangan-jangan mereka yang saat ini justru berdaulat di lautan kita. Demikian juga keamanan Laut Timor, Laut Papua, Selat Karimata dan Selat Makassar akan terjamin. Kepentingan ekonomi nasional akan lebih terlindungi.
Kalau ditambah dengan pesawat-pesawat terbang pengintai tanpa awak, maka kemampuan penjagaan ketahanan nasional akan semakin melambung. Pesawat tanpa awak yang diperlukan tidak perlu sebanyak kapal selam karena mobilitas udara lebih cepat. Lima pesawat pengintai tanpa awak tapi dengan radar yang cukup kuat dan peralatan penginderaan jarak jauh akan memadai.
Biaya operasional pesawat ini bisa ditekan kalau teknologi tenaga matahari yang diterapkan. Pesawat-pesawt itu akan terbang terus tanpa henti mengelilingi Nusantara siang malam tanpa menimbulkan polusi udara.
Jadi …….. selama ini di mana para strategist pertahanan kita ??
Salam Hormat
Hadi permadi'26
Penjaga Markas


--
SEKRETARIAT CAAIP
Gedung JAMKRINDO Lt. 7, Jl. Angkasa Blok.B-9.Kav.-6
Kota Baru Bandar Kemayoran - Jakarta 10610
INDONESIA.
Telp : + 62 21 654 0334, 654 0423, Ext:117
Fax : +62  21  6586 8480.
Email : exec.secretary@caaip.net
web    : www. caaip.net
            www.ybscaaip.net



__,_._,___
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Comments
0 Comments

X-Taruni

Gallery

Umum

Cat-5

Cat-6