Terkini

BERITA TERKINI


Lihat Semua Berita >>>

CAAIP Online Store

CAAIP Online Store

Cat-1

YBS CAAIP

YBS CAAIP

Berita STIP

BERITA STIP

CAAIP Video Chanel

Cat-2

Cat-3

Cat-4

Latest Posts

Innalillahi wa innailaihi rojiun telah berpulang teguh aryo sadewo batch  51 , smoga amal ibadah almarhum diterima ALLAH SWT , dan keluarga yg ditinggalkan dpt iklas dan tabah  ..amin

Rumah duka:
Jl. Tanjung 6 no 32 rt 021 jati sampurna bekasi

Innalilahi wainnaillaihi Rojiun  Telah Meninggal Dunia Saudara kami Capt Jassep Rustian Chaniago Aip 25. Pada hari. Minggu 21 Agustus 2016 Sek Jam 22 di Rscm Jakarta. Karena Sakit.

Alamat Rumah Duka Jl Pedati Timur Dalam No 25 Rt 09 Rw 09 Jakarta Timur. Rencana Pemakaman Di Tpu Malaka Pondok Kelapa Jakarta Timur. Selesai Shalat Dzuhur.

Kepada Seluruh Handai Taulan..Kerabat Senior n Junior Kami Atas Nama Rekan Seangkatan Aip Plap 25. Mohon Maaf Atas Segala Kesalahan dan Kehilafan Alm dalam Bergaul Bertindak dan Bertutur kata. Semoga Allah Swt Mengampuni Segala Khilaf dan Salahnya. Menerima Segala Amal Ibadahnya dan Dimasukan dalam SyurgaNya. Serta Keluarga yg ditinggalkan diberikan keihlasan dan Kekuatan Iman dan Islamnya..Aammiinn

Kami mewakili keluarga besar CAAIP lintas angkatan Base Camp CAAIP Melati
Turut berduka cita yang sedalam - dalamnya
atas kepergian senior kami,
Bpk. R Agoes Yogaswara AIP/PLAP/STIP 15
pada hari, Kamis 18 Agustus 2016
jam 11.35 WIB di UGD RS. Cipto Mangunkusumo

Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT

Dan bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan

Innalillahi wa innailaihi rojiun

Telah berpulang kerahmatulloh junior kita Fauzi angkatan 42
pukul 16:15 / 16-08-2016

semoga amal ibadahnya di terima ALLAH SWT n di tabahkan bagi keluarga yg di tinggalkan, Amiiin

Bangga sekali menjadi bagian dari bangsa ini. Walaupun kita tidak merasakan pahit getirnya penindasan penjajahan, tetapi sejarah telah mencatatkan bahwa Kemerdekaan bangsa ini tidak didapat dengan mudah.  Kemerdekaan bangsa ini didapat dengan pengorbanan jiwa, raga, darah dan air mata.

Pada perang Kemerdekaan, walaupun kita hanya bersenjatakan bambu runcing kita bisa mengalahkan Bangsa penjajah yang bersenjata lengkap, modern dan mengenal strategi perang.

Kita dapat mengalahkan mereka karena kita bersatu untuk merdeka dan melepaskan diri dari belenggu penjajah. Bersatu dalam dalam tekad dan semangat.

Pelajaran Perang merebut Kemerdekaan dari tangan penjajah dahulu mestinya dapat kita ambil untuk menghadapi "Penjajahan" modern yang sekarang membelenggu negeri ini, yaitu Korupsi dan Narkoba.

Korupsi dan Narkoba sudah meluluhlantakan negeri ini, kasus korupsi banyak melibatkan penyelenggara negara, sepertinya susah sekali dienyahkan dari negeri ini. Sama susahnya ketika kita menghadapi penjajah yang bersenjata lengkap dan modern, yang dihadapi dengan bambu runcing. Namun kita tidak boleh berpandangan pesimis dan menyerah.

Diusianya yang tidak muda lagi, negeri ini semakin dewasa, dewasa dalam berpikir, dewasa dalam bersatu, dewasa dalam bersikap bahwa Korupsi dan Narkoba akan membawa negeri ini dalan kehancuran. Dan yakin bahwa Korupsi dan Narkoba pasti dapat kita lawan.

Hari Kemerdekaan ini hendaknya dapat dijadikan sebagai momentum yang paling baik untuk melepaskan diri dari "Penjajah" yang bernama Korupsi dan Narkoba.

Korupsi dan Narkoba adalah musuh bersama negeri ini.

Dahulu penjajah Kolonial Belanda maupun Jepang dapat kita kalahkan walaupun kita hanya bersenjatakan bambu runcing, karena kita menyatakan bahwa mereka adalah musuh bersama. Dari ujung barat Sabang sampai ujung timur Merauke musuh kita adalah sama.

Dalam perlawanan mengahadapi penjajahan kolonial Belanda maupun Jepang, kita juga tidak kurangnya menemui hambatan yang datang dari dalam negeri, yaitu anak negeri yang menjadi pengkianat, yang memihak pada penjajah tersebut.

Akan tetapi dengan menyatakan bahwa merekapun adalah musuh kita, maka mereka pun dapat kita kalahkan. Pengkihanat itu “musuh” yang lebih sulit kita kalahkan, karena mereka sama warna kulit, sama bahasa, sama paras wajah.

Walaupun sama warna kulit, sama bahasa, sama paras wajah, merekapun dapat dapat dengan mudah kita kenali dengan tindakan dan tingkah laku mereka.

Kita dapat mengenali perilaku mereka yang bersuka ria dengan “Penjajah” dan bahasa yang menyuarakan pembelaan kepada “Penjajah”.

Dan kalau kita sudah kenali mereka dengan perilaku yang demikian, maka tindakan atau hukuman yang paling pantas untuk “pengkhianat” adalah sama dengan penjajahnya sendiri yaitu "MATI"

Semangat untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan yang pernah kita miliki, hendaknya kita pakai juga untuk mengusir “penjajahan modern” yang disebut Korupsi dan Narkoba.

Melawan Korupsi dan Narkoba bukan hanya tugas Aparat Hukum saja, tetapi melawan Korupsi dan Narkoba adalah tugas dan kewajiban seluruh anak negeri.

Mari kita bersatupadu dalam semangat dan tekad untuk mengusirnya dari negeri ini. “Mengkampanyekan bahwa Korupsi dan Narkoba adalah musuh bersama negeri ini”. dan mereka yang membela Koruptor dan membela kasus Korupsi adalah "pengkhianat bangsa”. Juga bagi mereka yang membela kasus Narkoba adalah pengkhianat bangsa.

Kita tuntut keseriusan pemimpin negeri ini untuk gencar bersama kita menyuarakan bahwa Korupsi dan Narkoba adalah musuh bersama bangsa ini, mari bebaskan negeri ini dari penjajahan modern yang lebih sadis, yang menggerogoti sumsum anak negeri.

Selamatkan negeri ini.......!     Selamatkan Putra Putri bangsa ini......!

Jangan biarkan pengkhianat itu mencari alasan untuk tetap melindungi pada Koruptor dan Gembong Narkoba.

Mari kita terus bunyikan genderang perang ke seluruh negeri, yang mengumandangkan bahwa,

“Korupsi dan Narkoba adalah musuh bersama negeri ini”.

Genderang perang baru bisa berhenti apabila negeri kita sudah bebas dari Korupsi dan Narkoba, untuk kemudian berganti dengan pekikan.

Merdeka...!    Merdeka...!  Merdeka...!





{Penulis : Capt. R. Jumadi M. Mar.}
13/08/2016,- info berita duka dari Benny Chrismanto 47.

Jakarta,-eMaritim.com - Sekjen DPP APBMI melalui telepon dan email kepada eMaritim menyampaikan kekecewaanya terhadap dominasi / monopoli yang dilakukan oleh BUP ( Pelindo I, II, III dan IV ) melalui butir-butir pernyataan yang telah dilayangkan kepada Presiden, Mentri Perhubungan dan KPPU yang hingga saat ini belum mendapat tanggapan. (AG)

Berikut adalah Perjuangan APBMI Melawan Dominasi / Monopoli BUP ( Pelindo I, II, IIII, IV ) :

X-Taruni

Gallery

Umum

Cat-5

Cat-6