Terkini

BERITA TERKINI


Lihat Semua Berita >>>

Cat-1

YBS CAAIP

YBS CAAIP

Berita STIP

BERITA STIP

CAAIP Video Chanel

Cat-2

Cat-3

Cat-4

Latest Posts

Turut berduka cita yang sedalam - dalamnya
atas kepergian senior kami,
Aznal Zahri AIP/PLAP/STIP XVI
pada hari, Selasa 15 November 2016 pada pukul 12.30 WIB
Alamat rumah duka : Prima Lingkar Asri Blok B no.3, Caman, kalimalang arah Bekasi

Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT

Dan bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan

Innalillahi wainaillaihi rajiun..berita dari caaip bandung..

telah meninggal dunia tadi pagi Capt Budi Darmawan AIP angk.8.dirumah di kampung pefeng masjid, desa cilowong, kec taktakan, Serang, Banten..

akan dimakamkan hr ini  jam 14.00 di pemakaman cibetung...

konfirmasi lebih lanjut melalui bpk letkol M.Fayik di no 085220882754 wass. Capt. Arwinas.


INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN ....
Menyampaikan ucapan turut berdukacita atas meninggalnya senior.Bapak Besar Waluyo/ AIP14 (mantan Kadisnav Tg Priok)..Ayahanda dari Bu Poppy Kartika (Sekretaris Ka Syahbandar Utama Tg Priok)
di Bandung...
hari ini/5 nov 2016 (sore).

Semoga arwahnya diterima ALLAH SWT , dan keluarga yang ditinggalkan diberikan Kekuatan dari ALLAH SWT,  tetap SABAR dan TAWWAQAL ...

AMIIN YAA ROBBAL ALAMIIN ... Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarahkatuh ....

No hp kel duka yg dpt dihubungi..
081321396926.

caaip.net - Kita semua prihatin melihat kemunduran dunia olahraga di tanah air. Keprihatinan itu bukan tanpa sebab, jangankan untuk berbicara di event Dunia seperti Olimpiade atau Asian Games, untuk unggul di tingkat regional Sea Games saja kita tidak mampu. Beberapa cabang olahraga andalan, yang dulu sering mendapatkan medali, juga tidak dapat berbicara banyak. Padahal semuanya sudah mengeluarkan biaya yang banyak untuk pembinaanya.

Tentu ada yang salah yang menjadikan kita terus menjadi pecundang. Adalah tidak bijaksana kalau semua ini kita lantas menyalahkan para atlit. Mereka sudah berjuang sekuat tenaga di lapangan, namun hasilnya belum memberikan mereka juara.

Saya ingin menyoroti beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan pertimbangan untuk perbaikan kedepan, beberapa pertimbangan untuk perbaikan itu kami rangkum dalam pandangan berikut ini :

Management Organisasi

Management Organisasi yang baik akan menunjang keberhasilan suatu cabang olahraga.   Dengan Visi dan Misi yang baik kemudian ditunjukkan dengan Keharmonisan dan Profesionalitas para Pengurus Organisasi, akan mengawali prestasi dari sebuah tim olahraga.

Di dalam kepengurusan Organisasi suatu cabang olahraga, ada baiknya menyertakan  mantan mantan atlit yang pernah berprestasi dan membesarkan olahraga tersebut. Adanya tokoh panutan menjadikan atlit lebih bersemangat.

Harus ada sikap tegas dari Pemerintah untuk mengevaluasi dan menata ulang cabang olahraga yang tidak menghasilkan juara atau tidak berprestasi. Dan meminta pertanggung jawaban pengurus atas ketidak berhasilan itu karena sudah banyak menguras biaya, tenaga dan waktu.

Sebagai contoh cabang olahraga Sepakbola, yang selama ini belum menunjukan prestasinya, jangankan sebagai juara, perbaikan posisi atau ranking FIFA saja tidak berada dalam posisi yang menggembirakan, akan tetapi ketua Umum PSSI masih saja bercokol sebagai ketua. Kita harus menjadikan prestasi sebagai tujuan bukan jabatan ketua yang  dipertahankan. Begitu juga dengan KONI sebagai induk seluruh cabang olahraga harus dimintakan pertanggungjawabanya.

Sponsor Olahraga.

Memilih Sponsor olahraga, harus selektif dan mengandung moral dan nilai olahraga yang baik.  Sangat ironis apabila rokok yang menjadi perusak kesehatan, dijadikan sebagai sponsor olahraga. Menjadikan perusahaan itu seolah sangat berjasa membangun olahraga di tanah air, padahal berapa banyak yang telah dirusak oleh rokok itu sendiri. Bantuan yang telah disalurkan tidak sebanding dengan kerusakan yang telah mereka buat. Harus ditinjau ulang untuk menerima sponsor yang tidak mempunyai komitmen tentang olahraga dan kesehatan.

Masih banyak perusahaan yang bisa dijadikan sponsor olahraga, katakanlah itu Perusahaan Semen, Bogasari, Pertamina, Pupuk Sriwijaya dan perusahaan perusahaan lain yang lebih baik, kenapa harus rokok yang menjadi perusak.

Pawai Keliling

Beberapa kata motivasi dalam olahraga hanya menjadi penghias lapangan tempat latihan saja : "Musuh yang paling berat itu ada di dalam diri kita sendiri", "Merebut lebih mudah daripada mempertahankan", tidak diimplementasikan sebagai motivasi dan nasehat yang baik.

Sudah menjadi kebiasaan negeri ini, setiap atlit yang menjadi juara di ajang Internasional, diarak keliling kota, dari satu kota ke kota yang lainnya untuk menunjukkan piala yang diraih kepada masyarakat pendukungnya. Sikap masyarakat yang demikian bukan mencintai atlitnya. Kalau memang masyarakat mencintai atlitnya, siapkan generasi penerus atlit tersebut, agar juara tidak berhenti disitu.

Pawai keliling kadang tidak cukup sehari, sementara itu atlit negara lain yang pernah ia kalahkan segera kembali ke lapangan untuk latihan memperbaiki kesalahan, dan atlit kita tenggelam dalam eforia dan pestapora.

Memang benar kata motivasi itu ; "Musuh yang paling besar itu ada didalam mu sendiri"  rasa ingin dipuji, ingin disanjung, ingin dihormati, cepat puas dll. Seharusnya dapat dibuang jauh, dan kita juga harus menjadi Juara yang mengalahkan diri sendiri.

Atlit luar negeri sana kalau sekali juara akan susah kita merebut juara dari tangannya, mengapa ? Mereka paham betul arti dari pada kata motivasi ; "Merebut lebih mudah daripada mempertahankan", makanya begitu mereka juara, pulang ke negaranya, mereka melupakan juara ditangannya, menganggap diri belum juara, setiap kepergian mereka bertanding hanya ingin merebut juara, bukan untuk mempertahankan juara.

Refresentatif  atlet daerah

Pembentukan Timnas Indonesia selalu ingin menonjolkan Refresentatif Kebhinekaan, kita selalu menginginkan Timnas harus ada yang pemuda dari Aceh, harus ada pemuda dari Ambon, harus ada pemuda dari Papua, pokoknya harus ada wakil dari tiap daerah, sehingga nanti tim itu melambangkan atau refresentatif dari Kebhinekaan itu.

Dengan kondisi georgrafis Indonesia yang sangat luas ini, jangan lah memaksakan untuk terus harus ada keterwakilan dari tiap daerah. Sebagai contoh pada tingkat anak anak kita sering juara, karena tim nya diambil dari salah satu daerah saja yang telah lolos kompetisi. Mereka sudah padu karena diluar lapangan pun mereka adalah teman bermain. Tetapi dalam membentuk tim senior yang diambil pemain pemain terbaik dari daerah malah tidak dapat berprestasi. Memang sulit mempersatukan mereka dalam satu tim.

Sebagai contoh Timnas Singapura yang sering menyulitkan Indonesia disetiap pertemuannya, lebih padu di lapangan, padahal mereka juga mempunyai suku/ras yang berbeda yaitu  Melayu, China dan India, akan tetapi karena didukung oleh faktor psikologis, dan geografis, tidak menjadikan mereka terpisah.

Faktor pisikologis ini yang menjadikan kadang negara kecil dapat mengalahkan negara besar, karena mereka selain kompak di lapangan, pemain saling mengenal dengan keluarga masing masing, dengan anak istri saling mengenal, dan rumah berdekatan.

Bisakah Tim Indonesia mempunyai kekompakan seperti itu, adakah seorang Ismet Sofyan  pernah kenal keluarganya Boas Salosa, Keluarga Irvan Bachdim juga tidak pernah mengenal keluarga Andik Vermansyah. Adakah mereka mengenal keluarga teman mereka bermain di lapangan ?

Kekompakan juga bukan hanya ada didalam sebuah timnas, akan tetapi kekompakan lain diluar timnas juga harus mendukung. Kekompakan Organisasi beserta jajaran Pengurusnya, kekompakan Suporter, kekompakan Pelatih, bahkan kekompakan keluarga atlit yang saling mengenal.

Semoga olahraga kita bangkit kembali dan mampu mengangkat dan mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional. Atlit atlit kita mampu mengalahkan "diri sendiri" untuk menjadi juara sejati. Aamiin..

Semoga tulisan ini dapat menjadikan bahan acuan untuk mengembalikan kejayaan prestasi olahraga kita dimasa depan. Lupakan masa lalu kita pernah menahan imbang Rusia di Olimpiade Melboune. Lupakan kita pernah juara, biarlah itu hanya menjadi bagian dari sejarah, dan kita siap untuk mengukir sejarah baru., "Merebut lebih mudah daripada  mempertahankan" untuk Indonesia Juara.

(Penulis : Capt. RH. Jumadi, Nakhoda Senior, Pembina PTM Garuda Perdagangan)

Innalillahi wainnailaihi rojiuun... Telah meninggal dunia Capt. Heriyanto ank 22 tadi malam Selasa tgl 01 Nop 2016.

Rumah duka: villa regency I blok NC 2/28 Tangerang...

JAKARTA (Beritatrans.com) – Acara serah terima jabatan (sertijab) dan pisah sambut Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Pejabat lama Pranyoto,S.Pi, MAP akan menyerahkan amanat ke penggantinya Capt. Weku F. Karuntu.
Acara sertijab dan pisah sambut ini dilakukan di Auditorium STIP Jakarta, Kamis (20/10/2016).
Sertijab dipimpin langsung oleh Kepala BPSDM Perhubungan Dr. Wahju Satrio Utomo. Ikut hadir seluruh kepala UPT Perhubungan Laut, seperti Direktur PIP Semarang Capt. Wisnu Handoko, Direktur PIP Makassar Ahmad Wahid, MT, M.Mar.E, Direktur Poltekpel Surabaya Capt. Marihot Simanjuntak, Kepala BP2TL Jakarta Capt. Mashudi Rafik, Kepala BPPP Curug Suprawoto, S.SiT, MM dan lainnya.
Para Kapusbang SDM Perhubungan seperti Kapusbang SDM Perhubungan Laut Capt. Arifin Soenardjo, Kapusbang SDM Perhubungan Udara M.Basuki, Kapusbang Aparatur Pepen Supendi serta ibu-ibu Dharma Wanita Sub Unit Perhubungan.
Capt. Weku bukan orang baru di STIP Jakarta. Sejak tahun 1996, dia sudah berkarir di kampus pelaut tertua di Indonesia itu. Weku adalah alumni AIP Angkatan 28.
Posisi Weku terakhir di STIP Jakarta adalah Pembantu Ketua I, sebelum akhirnya dimutasi ke Ditjen Perhubungan Laut.
Di tahun 2016, Weku kembali ke Kampus STIP Jakarta sebagai Ketua STIP, almamater yang telah mendidik dan membesarkannya.
STIP Harus Yang Terdepan
Dalam sambutannya, Kepala BPSDM Perhubungan Dr. Wahju Satrio Utomo mengatakan, saya yakin dan percaya bekerja dengan orang-orang yang terbaik di STIP.
“Tunjukkan kalian adalah orang-orang terbaik di bidang masing-masing. Jadikan STIP sebagai kampus pelaut yang terbesar tapi juga terdepan di kualitasnya,” kata Tommy, sapaan akrab dia.
“Tunjukkan semua kemampuan. Baktimu sudah dinanti untuk membangun dan memajukan kampus STIP Jakarta dan Indonesi tercinta,” tegas Tommy.(helmi)
sumber: http://beritatrans.com/2016/10/20/sertijab-ketua-stip-tommy-jadikan-stip-kampus-yang-terdepan-kualitasnya/
*** Note: Capt. Weku F. Karuntu - CAAIP 28

X-Taruni

Gallery

Umum

Cat-5

Cat-6