Terkini

BERITA TERKINI


Lihat Semua Berita >>>

Cat-1

YBS CAAIP

YBS CAAIP

Berita STIP

BERITA STIP

CAAIP Video Chanel

Cat-2

Cat-3

Cat-4

Latest Posts

Innalillahi wa Innailaihi Rojiun Semoga Amal Ibadah Jefry U Rohy Angkatan 38 Diterima dan Diberikan Tempat Yang Tertinggi disisi Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin.
Pelabuhan Merak, Banten
Banten, eMaritim.com � Setelah beberapa hari ditutup karena cuaca yang buruk karena adanya badai siklon Dahlia, kini pelabuhan Merak telah beroperasi normal dengan mengaktifkan lima dermaganya.

"Cuaca normal, lima dermaga dioperasikan. Juga kapal 24 yang dioperasikan dan untuk kendaraan normal," kata Ado, Humas PT ASDP Ferry Indonesia cabang Merak saat dikonfirmasi, Minggu, 3 Desember 2017.

Ado menjelaskan kalau kini kondisi telah aman untuk berlayar. Jika sewaktu-waktu terjadi cuaca ekstrem di selat Sunda yang mengganggu pelayaran, maka otoritas pelabuhan Merak akan cepat bertindak demi keamanan bersama.

"Gelombang 1 sampai 1,5 meter, kecepatan angin 10 sampai 12 knot," jelasnya seperti dikutip VIVA.

Sementara itu, untuk lalu lintas di jalan tol Tangerang-Merak hanya mengalami kenaikan 0,53 persen jika dibandingkan libur Maulid Nabi tahun 2016 lalu.

Jika dibandingkan rata-rata harian lalu lintas bulan November 2017 yang sebanyak 132.849 kendaraan, maka pada akhir libur panjang Maulid Nabi kali ini hanya meningkat sebesar 0,73 persen atau berjumlah 133.812 kendaraan.

"Ini terjadi karena cuaca akhir-akhir ini cenderung hujan merata di seluruh wilayah sehingga saat ini lalin liburan berkurang terutama yang menuju daerah wisata pantai," kata Indah Permanasari, Kepala Divisi Hukum dan Humas PT Marga Mandala Sakti (MMS) selaku operator jalan tol Tangerang-Merak.

Sebelumnya diberitakan bahwa akibat serangan badai siklon Dahlia, Pelabuhan Merak ditutup total pada Kamis, 30 November 2017 pukul 17.45 WIB. (*)

Ilustrasi | Istimewa
Medan, eMaritim.com � Cuaca yang buruk di perairan Indonesia mengakibatkan satu kapal patroli TNI Angkatan Laut, KRI Siarau 847 teggelam, di perairan Selat Malaka, Sumatera Utara.

Menurut informasi, tenggelamnya kapal karena cuaca buruk hingga membuat lambung kapal bocor.

Menurut info yang dilansir Tribun Batam, Kepala Dinas Penerangan Lantamal I Belawan, Mayor Mar Jayusman tak banyak memberikan keterangan.

Dia mengatakan tenggelamnya kapal akibat cuaca buruk. "Akibat cuaca buruk pak," jawab Mayor Jayusman, Sabtu (2/12/2017).

Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Semua awak kapal selamat.

Dari informasi di lapangan, kejadian berawal saat KRI Sibarau berlayar di perairan Tanjung Tiram pada 29 November lalu.

Saat berada di posisi 03.45.38 U - 098.57.55 T, kapal mengalami mati listrik karena cuaca yang sangat buruk.

Mendapat laporan itu, sejumlah kapal termasuk SAR KAL Siba datang berusaha memberikan pertolongan.

Namun upaya gagal. Pompa Alkon di KRI Sibarau tidak berfungsi. Buruknya cuaca membuat KRI Sibarau terombang-ambing di tengah lautan.

Sejumlah awak kapal menyelamatkan diri ke kapal lain yang datang ke lokasi.

Pada pukul 21.00 WIB saat kejadian, KRI Sibarau akhirnya tenggelam. Sekitar sembilan orang awak kapal menyelamatkan diri ke atas KAL Siba.

"Informasi lanjut nanti akan disampaikan oleh Kadipenal pusat. Hanya itu saja yang bisa kami sampaikan sejauh ini," ungkap Jayusman.





(*/tribun-medan.com)

Innalillahi wa innailaihi rojiun....telah berpulang ke rahmatullah  Achmad Djiwanto ( AIP  XIX )  pada hari  ini Sabtu  jam 10.14 di RSPAD, mdh2an Allah SWT mengampuni semua kesalahannya dan menempatkan almarhum disisi Nya...... Aamiin Ya Robbal'alamiin.....
Delegasi Indonesia di ajang pemilihan anggota dewan IMO periode 2018-2019 | Istimewa
London, eMaritim.com � Indonesia terpilih kembali menjadi anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C Periode 2018 - 2019 dalam sidang IMO Assembly, Jum'at (1/12/2017) di London, Inggris. Terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan IMO yang berisikan 40 negara dengan 3 kategori dari total 172 negara anggota IMO menunjukan pengakuan dunia atas eksistensi Indonesia di kancah Internasional.

Menteri Perhubungan (Menhub) BudiKarya Sumadi mengapresiasi Delegasi Indonesia atas upaya serta pendekatan diplomatisnya sehingga Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2018 � 2019.

�Alhamdulillah, hari ini saya mendapatkan laporan dari London bahwa Indonesia terpilih kembali sebagai anggota Dewan IMO Kategori C periode 2018 � 2019. Dengan menjadi anggota Dewan IMO Kategori C, kita manfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kualitas dunia maritim Indonesia menjadi yang terdepan agar dapat memberikan kemaslahatan masyarakat banyak," ujar Budi Karya melalui siaran pers.

Menurutnya, menjadi anggota Dewan IMO Kategori C memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk ikut serta dalam menentukan sejumlah kebijakan IMO yang sangat berpengaruh pada dunia kemaritiman. Menhub Budi juga memberikan apresiasi kepada para stakeholder serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut yang telah memberikan dukungannya selama ini.

Sementara itu dilaporkan langsung dari Kantor Pusat IMO di London, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Sekditjen Hubla), Capt. Rudiana mengatakan, sebanyak 132 negara memberikan suaranya untuk Indonesia dalam pemilihan anggota Dewan IMO dengan sistem voting (pemungutan suara).

"Menduduki peringkat ke-8 dari 24 Negara anggota IMO yang mencalonkan di Dewan IMO Kategori C," tambah Capt. Rudiana.

Dewan IMO kategori C merupakan perwakilan dari sejumlah negara yang mempunyai kepentingan khusus dalam angkutan laut dan mencerminkan pembagian perwakilan yang adil secara geografis.

"Dalam pemilihan ini, terdapat 172 negara pemilih yang memiliki 159 suara sah dan 1 suara dinyatakan tidak sah. Di Kategori C,  Singapura menjadi negara yang menduduki peringkat pertama dengan perolehan jumlah suara sebanyak 142 suara,� lanjut Rudiana.

Adapun peringkat kedua diraih oleh Turki (138), diikuti oleh Cyprus (136), Malta (136), Moroko (134), Mesir (133), Meksiko (133), Indonesia (132), Malaysia (131),Peru (129), Belgia (128), Chile (126), Philipina (124), Denmark (123), Afrika Selatan (121), Jamaika (120), Kenya (120), Thailand (120), Liberia (116), Bahama (110).

�Ada empat negara lainnya yang tidak masuk keanggotaan dewan IMO kategori C, yaitu: Arab Saudi (105), Antigua Barbuda (103), Nigeria (98) dan Algeria (94),� papar Capt. Rudiana.

Dengan demikian, menjadi anggota Dewan IMO Kategori C, merupakan upaya dan menjadi salah satu pencapaian Indonesia dalam mengembalikan kejayaan maritim untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Sedangkan untuk anggota Dewan IMO kategori A dan B, telah pula diumumkan yang hasil lengkapnya adalah sebagai berikut:

kategori �A� terdiri dari 10 negara yang mewakili armada pelayaran niaga internasional terbesar dan sebagai penyedia angkutan laut internasional terbesar, yaitu China, Yunani, Italia, Jepang, Norwegia, Panama, Republic of Korea, Russian Federation, Inggris dan Amerika Serikat.

kategori �B� terdiri dari 10 negara yang mewakili kepentingan terbesar dalam �International Seaborne Trade�, yaitu Australia, Brazil, Canada, Perancis, Jerman, India, Belanda, Spanyol, Swedia dan Uni Emirate Arab. Adapun Argentina dan Bangladesh yang sebelumnya mencalonkan diri di Kategori B tidak terpilih karena jumlah suara pemilihnya berada diurutan terakhir.

Delegasi Indonesia pada Sidang IMO Assembly ke-30 dipimpin oleh Menteri Perhubungan dengan Alternate HoD Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI, Rizal Sukma dengan anggota delegasi terdiri dari perwakilan Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, KBRI London, instansi pemerintah terkait, BUMN serta asosiasi terkait lainnya.(*)

Innalillahi wa innailaihi rojiuun...telah meninggal dunia saudara kami tercinta Erko Sudiarsono Pukul 15.35 wib di rumah sakit hermina galaxy.

Semoga Amal kebaikan armahum selama di dunia di terima disisiNya. 

Mohon maaf jika ada kesalahan2 yang di sengaja maupun tidak sengaja selama hidup..saat ini Jenazah berada di Kediaman Villa Nusa Indah..Wasslkm Wr Wb...

Rumah Duka di Vila Nusa Indah 1 blok A1 no.2, Bojongkulur, Gunung Putri Bogor.

Bon voyage brother, may you rest in peace.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Subang, Abdurakhman | Istimewa
Subang, eMaritim.com - Revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk mendukung pelabuhan berkelas internasional di pesisir Pantai Utara (Pantura) Patimbang, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat (Jabar) diklaim akan segera menjadi Undang-Undang (UU). Hal tersebut diakui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, Abdurakhman.

Ia menuturkan, Perda RTRW Pelabuhan Patimban merupakan tuntutan yang harus dilaksanakan sebagai pendukung proyek strategis nasional. Oleh karenanya, Perda RTRW harus disepakati menjadi UU.

�Untuk tahap awal seluas 370 hektar akan segera dibangun dan sudah tidak ada masalah,� ungkap Abdurakhman seperti dikutip Pojok Jabar.

Ia menambahkan, lahan seluas 370 hektar tersebut saat ini sudah diappraisal dan tinggal dibayar oleh pemerintah. Termasuk dana dari Japan International Coorporation Agency (JICA) sudah keluar dan tinggal dilaksanakan pembangunan tahap pertama.
Terkait revisi RTRW, menurut Abdurakhman sudah bisa dipastikan akan dibangun juga perumahan, perhotelan, dan untuk industri.

�Intinya untuk semua pendukung kota baru di situ, karena kita melihatnya Pelabuhan Patimban akan setingkat dengan Pelabuhan Tanjung Priuk,� papar Abdurakhman.

Ia melanjutkan, untuk target revisi Perda RTRW akan rampung di bulan ini. Ia menegaskan, pembangunan proyek nasional ini sudah siap dan bulan Desember sudah mulai pembayaran tanah, serta proses lelang jalan.

�Artinya kalau lelang selesai akan segera peletakan batu pertama yang rencananya akan dilakukan Presiden Jokowi,� pungkasnya.(*)

X-Taruni

Gallery

Umum

Cat-5

Cat-6